Busur Kaum Muslimin Dari Masa ke Masa

Mengenai pertanyaan tentang busur yang umum digunakan Kaum Muslimin dari masa ke masa, bukti-bukti sejarah dan manuskrip-manuskrip tentang panahan dari berbagai jaman menyebutkan bahwa:

Ia adalah busur komposit berbahan paduan kayu, otot/sinew dan tanduk.

Ia adalah hasil konstruksi 3 bagian utama: gagang, dustar/lengan, dan siyah (segmen kaku di ujung lengan tempat mengaitkan tali busur)

Ia adalah busur berukuran pendek sehingga memudahkan digunakan di atas kuda.

Ia adalah busur reflex yang memiliki kurvatur baik sebelum dipasangkan tali maupun sesudahnya.

Hal ini bisa dirunut dalam kurun waktu yang ditunjukkan oleh gambar terlampir:

Baris 1 kolom 1: busur milik sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu dari abad ke-7, baris 2 kolom 1: manuskrip dari akhir jaman Dinasti Umayyah abad ke-8, baris 1 kolom 2: manuskrip dari jaman Dinasti Abbasiyyah abad ke-9, baris 2 kolom 2: manuskrip dari jaman Dinasti Ayyubiyyun abad ke-12, baris 1 kolom 3: manuskrip dari abad 13/14, baris 2 kolom 3: sketsa pemanah jaman Dinasti Utsmaniyyah di abad 16 yang dibuat oleh seorang Jerman, baris 1 kolom 4: manuskrip dari Syam di abad 16, baris 2 kolom 4: manuskrip Dinasti Mughal India di abad 17/18.

Hingga memasuki abad 19, manuskrip Kitab Telhis i Risalat i Rumat dari Turki masih menyebutkan hal yang sama dan masih dipraktikkan di sana hingga saat ini. Bahkan busur jenis ini, dalam manuskrip-manuskrip tersebut sering disebut sebagai Busur Arab atau Busur Muslim karena penggunaan dan pengembangan yang intensif dari masa ke masa oleh berbagai Dinasti-Dinasti Daulah Islamiyyah.

Hal ini merupakan suatu konsistensi dari penerapan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang anjuran penggunaan busur Persia dan yang sejenis dengannya yang di jaman itu memenuhi semua kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas:

Dari 'Ali, ia berkata; "Di tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tergenggam busur buatan orang Arab, kemudian beliau melihat seorang lelaki ditangannya busur buatan orang Persia, maka beliau bersabda: "Apa ini, tembakkanlah, dan kalian harus dengan yang ini dan yang serupa dengannya dan tombak-tombak yang bertangkai, karena dengan keduanya Allah akan menambah kekuatan kalian didalam menegakan agama dan menguasakan kepada kalian negeri-negeri." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dengan derajat yang shahih).

 


Related Tags :