Memanah Jarak Jauh

Dalam sejarah Islam, memanah jarak jauh (flight archery) merupakan sesuatu kegiatan yang umum dilakukan, yaitu menembakkan anak panah sejauh-jauhnya dengan diarahkan kepada suatu tujuan tanpa target sasaran. Mengingat kondisi medan di wilayah Timur Tengah yang banyak terdapat gurun, savana, dan hamparan dataran yang luas lainnya maka sangat memudahkan dilakukannya kegiatan ini.

Hal ini membuat jauh-jauhan jarak memanah sudah menjadi suatu target prestasi dan obsesi yang selalu ingin dicapai pemanah-pemanah Muslim dari zaman ke zaman. Umumnya rekor jarak terjauh dicatat oleh berbagai pencatat termasuk otoritas panahan, atau semacam institusi atau club yang didukung oleh pemerintah, di kala itu. Bahkan semenjak zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam jarak terjauh yang dapat dicapai anak panah sudah diketahui dan diingat secara luas sehingga sering dijadikan sebagai acuan jarak:

Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhu, beliau mengabarkan dalam suatu hadits yang panjang bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah singgah di pohon-pohon besar di sebelah kiri jalan di tempat saluran air dekat desa Harsya. Saluran air itu letaknya berhubungan dengan ujung jalan desa Harsya yang jaraknya sejauh lemparan anak panah (kira-kira dua pertiga mil). (Hadits Riwayat Bukhari)

Ahli hadits menyatakan bahwa jauh lemparan anak panah yang dimaksud adalah sejauh 2/3 mil, jika mil modern yang digunakan (1 mil modern = 1,61 km) maka 2/3 mil adalah 1,07 kilometer. Apabila yang dimaksud adalah 1 mil Arab (1 mil Arab = 1,8 km) maka jaraknya adalah 1,2 km.

Di zaman Kesultanan Utsmaniyah Turki (Ottoman Empire, 1299 - 1923 Masehi) terdapat catatan jarak terjauh yang dicapai oleh para pemanah sepanjang zaman yang dicatat dalam suatu Tekke, yaitu institusi panahan atau club yang didukung oleh pemerintah, sebagai berikut:

Tozkoparan Iskender: 845,79 m Mîr-i Alem Ahmed Ağa: 839,18 m Bursalı Şûca: 820,71 m Tozkoparan Iskender: 844,14 m Parpol Hüseyin Efendi: 796,62 m Çullu Ferruh: 807,18 m Lenduha Cafer: 798,27 m Sultan Mahmud II: 810,48 m, 808,5 m, 804,54 m

Pada lokasi terjadinya rekor yang dicapai para pemanah ini dibangun semacam monumen peringatan yang masih terdapat hingga kini, sebagaimana gambar terlampir.

Dari http://www.turkishculture.org/military/weapons/-748.htm oleh Murat Özveri Hoca.

 

sumber: facebook irvan pani abu aqilah

 

Monumen ini untuk memperingati tembakan jarak jauh oleh Iskender the “Tozkoparan”. Dengan jarak sejauh 846 di tahun 1550

Monumen memperingati tembakan jarak jauh Sultan Mahmud II (hidup di tahun 1785 - 1839), sultan ke-30 Utsmaniyah

Monumen tembakan jarak jauh oleh Beşir Aga, sejauh 630 m