Pusat Manufaktur Busur Di Zaman Keemasan Islam

Sepanjang sejarah Islam terdapat beberapa lokasi yang terkenal sebagai pusat manufaktur busur komposit horsebow. Pusat manufaktur ini berpindah-pindah sesuai dengan kebijakan penguasa kala itu. Di masa awal berkembangnya Islam di Hijaz, Semenanjung Arabia, awal abad ke-7 hingga berkuasanya Kekhalifahan Umayah (dinasti Arab) di pertengahan abad ke-7, belum ada sentra manufaktur yang besar. Busur masih dibuat dalam skala kecil di berbagai tempat.

Di awal kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah (dinasti Arab) pada pertengahan abad ke-8, ketika para pemanah dari Khorasan berpindah secara besar-besaran ke pusat Abbasiyah di Irak, maka dibangunlah pusat manufaktur busur di sana. Ada dua lokasi yang diindikasikan sebagai pusat manufaktur busur, yaitu Baghdad dan Wasith di selatan Irak. Busur yang diproduksi kebanyakan busur komposit Arab (gambar kiri atas). Irak menjadi pusat manufaktur selama 4 abad.

Ketika Sultan Shalahuddin Al Ayyubi mendidikan Kesultanan Ayyubiyyun (dinasti Kurdi) di wilayah Syam dan Mesir pada akhir abad ke-12, pusat manufaktur busur berpindah ke Damaskus. Damaskus menjadi pusat manufaktur selama 4 abad, hingga Kesultanan Mamluk (dinasti Turki) berkuasa di Syam dan Mesir dari abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Busur yang diproduksi di Damaskus adalah turunan dari busur Persia (gambar kanan atas) seperti busur Mamluk (gambar kanan bawah). Busur terbaik yang dibuat di Damaskus disebut fahlah atau jawara/superb.

Pada tahun 1517, Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah (dinasti Turki) mengambil alih Syam dan Mesir dari Mamluk. Lalu ia memindahkan seluruh insinyur ahli pembuat busur dan semua fasilitas produksinya dari Damaskus ke Istanbul. Maka semenjak itu Istanbul menjadi pusat manufaktur busur komposit horsebow hingga berakhirnya Utsmaniyah di tahun 1923. Busur yang diproduksi di Istanbul juga busur turunan Persia yang kita kenal sebagai busur Turki Utsmani (gambar kiri bawah).

Disadur dari berbagai literatur Gambar dari koleksi pribadi dan saluki

panahan islam

 

 

sumber: facebook irvan pani