KPBI to FMTA 2018 - Episode I

Datang rombongan ke Ladang Alam Warisan Kami mewakili separo provinsi Indonesia. Tak sekadar bertanding dan merajut pengalaman yang bisa diserap dari para pemanah mahir dunia. Lebih dari itu kami menapak akar kisah sebagian sejarah KPBI lahir dan tumbuh.

Tertatih tatih sosok Irvan Pani Mappaseng adalah penulis tinta perjalanan yg berliku, berdebu bahkan terempas badai. Tapi anak Panah wajib melesat lurus hingga tujuan dan melegakan hati dan jiwa para pemanah dengan bahagia dan kesyukuran.

Episode babak kelahiran KPBI disempurnakan kehadiran sosok negeri jiran yang lebih dulu bernafas dengan lintasan arrow. Kita menyapanya dengan cinta Coach Akmal Dahalan.

Ia sahabat dan salah satu guru bagi KPBI. Saat KPBI diuji pergantian pengurus yg begitu cepat, saya sedang berdua dengannya di Yencheon Korea Selatan. Beliau menepuk pundak saya dan mendorong tetap tegak untuk laju.

"Tenang Mas, yang terjadi terjadilah KPBI harus terus berbuat yang terbaik tanpa melukai siapapun", pesannya saat itu.

Maka FMTA 2018 bagi KPBI penting untuk turut meramaikan sebagai rasa hormat kita pada guru dan sahabat. Meski belum bisa persembahkan panggung juara tapi pengalaman turnamen internasional adalah horizon yg membuka cakrawala kita untuk terus berlatih dan menata hati.

Terimakasih untuk Ketua Umum KPBI Om Alda Amtha yang mampu menjaga turbulensi dengan tenang dan penuh kematangan.

Terakhir sebelum melepas kami ke Bandara Coach Akmal meminta panji KPBI ditinggal di Ladang Alam Warisan. Sebagai ikatan hati dan organisasi yang sama sama berjuang menghidupkan kembali tradisi seni memanah tradisional warisan masa lalu, yang kuat dengan akar sejarah dan peradaban.

sumber: facebook Sunaryo Adhiatmoko

eps01-01

eps01-02