Ibarat Arjuna & Karna Adu Tanding

Lemah Manah lan Andhap Asor kunci Memanah Bertubi-Tubi
Di penghujung pertarungan antara Adipati Karna yang dikusiri oleh Prabu Salwa dan Arjuna yang dikusiri oleh Sri Kresna dalam Bharatayudha, keduanya saling memanah bertubi-tubi tidak henti-hentinya untuk saling mengalahkan satu sama lain.
Setiap lepasan anak panah Karna dibalas Arjuna dan lepasan Arjuna dibalas Karna. Kesigapan kedua kusirlah yang membuat tiap anak panah yang saling silang dapat dihindari.

Anak panah demi anak panah, wadah panah demi wadah panah habis terkuras segitu cepatnya. Yang satu belum sampai, yang satu sudah dilepas… begitu cepat…
Hingga terpeganglah pusaka pasopati oleh Arjuna yang dibantu dengan keahlian sang kusir Sri Kresna akhirnya bisa mematahkan perlawanan Adipati Karna…
Memanah cepat dan bertubi-tubi di atas tunggangan adalah keahlian yang masyhur diketahui oleh berbagai peradaban di Indonesia. Berbagai manuskrip, relief dan ilustrasi banyak menunjukkan secara terang-terangan maupun tersirat baik dari zaman Hindu melalui kitab Mahabharata maupun di zaman kesultanan Islam.

Pakar seni memanah abad pertengahan asal Thabaristan yang bernama Abdurrahman Ath-Thabari (abad ke-9 Masehi) memberikan perhatian khusus terhadap keahlian ini dengan mengatakan bahwa keahlian ini merupakan puncak kemahiran dalam seni memanah.
KPBI dengan menerapkan prinsip Lembah Manah lan Andhap Asor alias Rendah Hati berusaha menghidupkan kembali keahlian ini di zaman modern sebagai bukti kearifan dan pencapain para leluhur kita. Tanpa kerendahatian yang berkuasa di dada seorang pemanah, ilmu ini enggan untuk keluar…

Sumber: Facebook Page IHASA


Related Tags :