Tongkat Estafet Harus Diteruskan

Regenerasi adalah kunci dalam pengembangan berkesinambungan. Menyadari hal tersebut KPBI dengan visi masa depannya berusaha mendidik kader-kader muda sedini mungkin sebagai persiapan menerima tongkat estafet pengembangan seni memanah berkuda di Indonesia.

Dengan prinsip Mind-Heart-Wisdom, pemuda pemudi dididik dalam keahlian, keterampilan, kebijaksanaan dan kecerdasan serta jiwa ksatria. Ini merupakan bagian dari kontribusi KPBI dalam mempersiapkan generasi selanjutnya calon-calon pemimpin bangsa yang berkarakter, berakhlak dan beradab.

Sunan Gunung Jati berpesan "Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin", ini adalah inspirasi utama dalam penyiapan generasi masa depan. Bahwa untuk menerima titipan mengurus kemanusiaan maka generasi penerusnya harus dipersiapkan sedemikian sehingga mampu meneruskan amanah yang berat.

Ini adalah wajah-wajah baru para young guns KPBI yang baru selesai menyelesaikan pendadaran di training center KPBI, Alhuffazh Sport Centre (ASC).

Selain untuk kepentingan penerus, pelatihan para anak muda tersebut juga memberikan hikmah bagi generasi tua. Sebagaimana filosofi Jawa; Kebo Nusu Gudel, bahwa perkembangan pemuda sesuai zamannya adalah pemicu orang tua untuk selalu belajar sampai kapanpun agar dapat selalu membimbing pemuda sampai kapanpun.

Bahwa ini adalah Learning Circle alias Lingkaran Pembelajaran tanpa henti: Continuous Improvement..

Mind-Heart-Wisdom
(Irvan Setiawan Mappaseng)

Tongkat Estafet Harus Diteruskan

Facebook Page Indonesian Horseback and Traditional Archery (IHASA)