Festival Giat Talang Tuwo 2022

Palembang 25-27 Maret
Festival Giat Talang Tuwo adalah festival budaya permainan dan ketangkasan yang diadakan oleh KPOTI Kota Palembang bekerjasama dengan KPBI, yang menggelar panahan berkuda "Liga Turanggastra 2022".
Talang Tuwo adalah situs sejarah yang tercatat pada Prasasti Talang Tuwo. Prasasti Talang Tuo ditemukan oleh orang Belanda bernama Louis Constant Westenenk pada 17 November1920 di kaki Bukit Siguntang. Dalam batu prasasti berukuran 50 x 80 cm. Prasasti ini berangka tahun 606 Saka atau 684 Masehi. Ditulis dalam Aksara Pallawa berbahasa Melayu Kuno dan terdiri 14 baris. Saat ini tersimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Prasasti Talang Tuo adalah monumen zaman Kerajaan Sriwijaya tentang pembangunan suatu taman yang disebut Sriksetra yang diprakarsai oleh Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Taman yang kemudian berfungsi sebagai tempat berkumpul masyarakat dalam keadaan rukun dan damai serta bahagia dan sejahtera. Prasasti ini mencatat 4 hal harapan dari dididirikannya Taman Sriksetra sebagai berikut:

  1. Harapan kemakmuran.
  2. Harapan kerukunan dan ketertiban
  3. Harapan terciptanya manusia berkualitas yang bahagia.
  4. Harapan terciptanya generasi berkualitas dan siap menghadapi masa depan

Harapan terciptanya para kesatria membawa manfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Menjadi generasi penerus berkualitas yang mampu menerima tongkat estafet pembangunan dan kemajuan. Siap menghadapi tantangan masa depan apapun yang terjadi, kemajuan yang berkesinambungan serta masyarakat yang tercerahkan, maju, dan mampu menciptakan peradaban tinggi.

"Semoga mereka dilahirkan sebagai laki-laki kesatria, dan keberadaannya berkat mereka sendiri; semoga mereka menjadi wadah Batu Ajaib, mempunyai kekuasaan atas kelahiran-kelahiran, kekuasaan atas karma, kekuasaan atas noda, dan semoga akhirnya mereka mendapatkan Penerangan sempurna lagi agung."

Sendi-sendi kegiatan yang ingin diangkat berdasarkan inspirasi dari isi prasasti Talang Tuo adalah:

  1. Aktivitas fisik yang penuh kemahiran dan keterampilan.
  2. Kerukunan antar penggiat, masyarakat dan kedekatan dengan pemerintah Kota Palembang dan Sumatera Selatan.
  3. Kesadaran atas sejarah Palembang secara umum dan khususnya tentang prasasti Talang Tuo.
  4. Terangkatnya kebudayaan masyarakat Palembang.
  5. Alternatif hiburan masyarakat berbasis pertunjukan keterampilan olahraga tradisional.
  6. Para hadirin yang berbahagia penuh senyuman.

Diharapkan kegiatan pertunjukkan seni budaya dan olahraga tradisional ini memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Palembang dan memberikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari siapapun yang menghadirinya, Insya Allah.

MIND - HEART - WISDOM

Facebook IHASA