Dukungan Pemerintah untuk Pemanah Tradisional Indonesia di Turnamen Internasional Fetih Kupasi Cup 2019 di Turki

Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi dukungan dan arahan terhadap wakil pemanah tradisional dari Perkumpulan Olahraga Panahan Berkuda Indonesia atau KPBI yang akan ikut untuk ketiga kalinya dalam ajang turnamen internasional panahan tradisional terbesar di Istanbul, Turki, pada 25-29 Mei 2019.

Para pemanah tradisional wakil dari Aceh, Jakarta dan Jawa Timur diterima dan dilepas secara simbolis oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr. H Nadjamuddin Ramly, M.Si di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (23/5)

Dalam pertemuan itu, Dr. H Nadjamuddin Ramly, M.Si mengucapkan selamat kepada KPBI yang sangat serius membawa nama Indonesia di pentas festival seni panahan tradisional di tingkat dunia. Apresiasi disampaikan, sebab KPBI sebagai organisasi pelestari seni panahan tradisional, telah berjuang mandiri secara biaya dan jaringan dalam lima tahun terakhir, untuk membawa nama Indonesia sejajar dengan pemanah-pemanah tradisional lain dari Asia dan Eropa.

"Selamat dan sukses, anda semua kembali mewakili Indonesia untuk turnamen internasional ini. Kami berdoa agar kita bisa kembali meraih posisi terbaik. Tahun lalu sudah dapat juara tiga dunia, semoga tahun ini lebih baik lagi", tandas Dr. H Nadjamuddin Ramly, M.Si.

Ia juga berpesan, mengingat event Fetih Kupasi ini digelar tiap tahun untuk memperingati satu pencapaian peradaban yang sangat bersejarah di dunia, yakni penaklukkan Constantinople, hendaknya semangat Sultan Mehmet II Al Fatih harus jadi inspirasi kita semua.

"Contoh AL Fatih, lakukan segala sesuatu dalam mengemban tugas dengan cinta dan mencintai, maka dua benua terlalui dengan kejayaan", pesannya.

Pada pertemuan itu, Ketua Umum KPBI, Alda F Amtha juga melaporkan, bahwa para pemanah tradisional yang mewakili Indonesia telah melalui seleksi selama satu tahun melalui mekanisme Liga Hedef KPBI 2018/2019 yang diikuti 14 provinsi cabang KPBI.

"Untuk wakil Indonesia kali ini, setelah seleksi selama satu tahun, terpilih 3 pemanah putra dan putri, sesuai kuota yang disiapkan pihak panitia. Tahun lalu kami dapat 5 kuota pemanah sekarang masing-masing negara 4 pemanah tradisional", terang Alda.

Adapun nama para pemanah terpilih dari Aceh, Sabdurrahman yang tahun lalu juara 3. Selanjutnya Jawa Timur, Donny Hernawan dan Jakarta diwakili Irvan Setiawan Mappaseng dan Ernita Susanti.

Alda juga menyampaikan kepada pemerintah, bahwa keberangkatan tim Indonesia kali ini tak hanya mengirim pemanah tapi juga ikut pameran produk kerajinan kulit buatan pengrajin muda Indonesia bertajuk, "Indonesian Traditional archery Products and Craftmanship".

"Secara ikhtiar sudah maksimal, hasilnya tentu kita semua berharap mendapat yang lebih baik dari pencapaian turnamen tahun lalu. Mohon doa dari masyarakat Indonesia", kata Alda yang mendampingi tim Indonesia menghadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

20190523-kontingen

20190523-01

20190523-02